TANA PASER – Dalam upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel berbasis digital, Pemerintah Kabupaten Paser menggelar pelatihan intensif pemanfaatan aplikasi OpenSID (Sistem Informasi Desa). Kegiatan ini dilaksanakan serentak pada hari ini, Sabtu (20/12/2025), bertempat di gedung pertemuan utama Tana Paser.
Pelatihan ini diikuti oleh operator desa dan perangkat desa dari seluruh kecamatan di Kabupaten Paser. Fokus utama kegiatan adalah mengoptimalkan penggunaan platform OpenSID guna mempercepat pelayanan administrasi publik dan keterbukaan informasi di tingkat desa.
Transformasi Layanan Publik di Level Desa
Dalam sambutannya, perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Paser menekankan bahwa digitalisasi bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan.
"Melalui OpenSID, kita ingin memastikan setiap desa di Kabupaten Paser memiliki database yang valid dan terintegrasi. Ini bukan sekadar input data, tapi soal bagaimana memberikan pelayanan yang lebih cepat kepada masyarakat," ujarnya.
Materi Utama Pelatihan
Para peserta mendapatkan bimbingan teknis langsung dari narasumber ahli yang mencakup beberapa modul krusial, antara lain:
-
Pengelolaan Database Penduduk: Sinkronisasi data kependudukan agar penyaluran bantuan sosial tepat sasaran.
-
Transparansi Anggaran: Fitur penginputan APBDes agar dapat diakses oleh warga secara terbuka.
-
Layanan Mandiri Desa: Pengembangan fitur yang memungkinkan warga mengurus surat menyurat secara mandiri melalui aplikasi atau web desa.
-
Pemetaan Wilayah (GIS): Digitalisasi batas wilayah dan pemetaan aset desa.
Antusiasme Peserta
Meski dilaksanakan di akhir pekan, antusiasme peserta terlihat sangat tinggi. Banyak operator desa mengaku terbantu dengan adanya pembaruan fitur OpenSID versi terbaru yang dinilai lebih user-friendly dan memiliki sistem keamanan data yang lebih kuat.
Dengan terselenggaranya pelatihan ini, diharapkan seluruh desa di Kabupaten Paser dapat segera bermigrasi ke sistem digital secara penuh pada awal tahun 2026, menjadikan Kabupaten Paser sebagai salah satu pionir digitalisasi desa di Kalimantan Timur.